Wina - Dua tim berstatus unggulan di Grup C, Glasgow Celtic dan Hamburg SV gagal meraih kemenangan di laga pertama Europa League. Keduanya bahkan dipaksa takluk saat menjalani laga tandang.
Berlaga di Bloomfield Stadium, Jumat (18/9/2009) dinihari WIB, Celtic dipaksa takluk saat melawat ke Hapoel Tel Aviv. Meski unggul lebih dulu, Celtic, yang kalah atas Arsenal di babak playoff Liga Champions, tumbang dengan skor tipis 1-2.
Menjalani laga tandang, Celtic sesungguhnya menjalani pertandingan dengan cukup meyakinkan. Anak asuh Tony Mowbray malah mampu lebih dulu unggul melalui Georgios Samaras saat pertandingan meginjak menit 25.
Celtic mampu mempertahankan keunggulan satu gol tersebut hingga turun minum. Namun The Boys akhirnya gagal membawa pulang kemenangan lantara di paruh kedua gawang mereka dibobol sampai dua kali oleh Hapoel.
Publik tuan rumah dibuat bergembira oleh Nemanja Vucicevic setelah gelandang asal Serbia itu mencetak gol penyama di menit 75. Dua menit sebelum bubaran klub berjuluk The Red Demons itu memastikan didapatnya tiga poin setelah Maaran Lala menjebol gawang Celtic untuk kali kedua.
Hamburg Keok 0-3
Pada pertandingan lain di Gerhard Hanappi Stadium, Hamburg menelan kekalahan yang lebih memalukan. Bertandang ke Rapid Wina, klub penghuni posisi lima klasemen akhir Liga Jerman musim lalu itu dipaksa takluk 0-3.
Kapten Steffen Hofmann mengawali pesta tuan rumah saat dia menjebol gawang Hamburg di menit 35. Sebelum turun minum Wina mampu menggandakan keunggulan setelah striker asal Kroasia, Nikica Jelavic, mencetak gol di menit 44.
Penderitaan tim tamu tak berhenti di babak pertama. Saat laga tinggal tersisa 13 menit kembali gol bersarang di gawang Hamburg, kali ini Christopher Drazan yang mencatatkan namanya di papan skor.
Atas hasil dua pertandingan tersebut, Rapid Wina untuk sementara memuncaki klasemen sementara Grup C dengan nilai tiga. Mereka unggul agresifitas atas Hapoel di urutan dua. Sementara Hamburg harus menerima posisi sebagai juru kunci, atau satu tingkat di bawah Celtic yang duduk di urutan tiga.
Susunan Pemain
Hapoel: Vincent Enyeama, Deddi Ben Dayan, Omri Kende, Da Silva Douglas, Zurab Menteshashvili (Maaran Lala '54), Walid Badir, Gil Vermot, Bebars Natcho (Eran Zahavi '68), Nemanja Vucicevic (Victor Merey '80), Samuel Yeboah, Avichai Yadin
Celtic: Artur Boruc, Gary Caldwell (Scott McDonald '90), Andreas Hinkel, Glenn Loovens, Stephen McManus, Daniel Fox, Scott Brown, Aiden McGeady, Landry N'Guemo (Niall McGinn '66), Shaun Maloney, Georgios Samaras (Christopher Killen '70)
Europa League : Celtic & Hamburg Takluk
Label: Soccer News | author: Yazid Amirul FahmiPlanning Kematian Kita
Label: Dunia Islam | author: Yazid Amirul FahmiKalau kita menonton televisi dan menyimak berbagai media masa akhir-akhir ini, sampai sekarang, 'pemandangannya' tidak jauh dari pemberitaan Mbah Surip, W.S. Rendra, dan Noordin M. Top.
Seputar tiga tokoh itu. Dan kita dapatkan satu sumbu yang sama, yakni tentang episode kisah di akhir / batas kerja manusia di dunia, yakni kematian.
Katanya, Mbah Surip meninggal dunia karena penyempitan pembuluh darah, karena disebabkan oleh terlalu banyaknya Si Mbah mengkonsumsi kopi, sampai-sampai saya denger kabar per hari Mbah Surip 'nyruput' 20 cangkir kopi.
Si Burung Merpati W.S. Rendra pun dipanggil Yang Maha Kuasa di rumah sakit, setelah tergolek lama dengan penyakitnya. Tidak lama beberapa setelah Mbah Surip diberitakan meninggal dunia.
Orang yang diduga Noordin M. Top diberitakan meninggal dunia tadi pagi sekitar jam 10 Setelah tertembak oleh anggota Densus 88 POLRI di daerah Temanggung Jawa Tengah.
Warga Malaysia ini diperkirakan meninggal dunia setelah operasi pengepungan lebih dari 18 jam mulai kemarin sore.
Di program berita salah satu stasiun TV, diberitakan ada mayat yang 26 tahun lalu dikubur, setelah dibongkar, ternyata jasadnya masih utuh. Ini kisah nyata, bukan sinetron religi. Diketahui bahwa dia dulu seorang guru ngaji Al Quran yang tiap harinya tak pernah bosan mengajar warga, mulai anak-anak sampai orang tua, agar mereka lebih dekat dengan ALLAH.
courtecy Detik Foto
Beberapa hari sebelum mereka semua, tetangga saya juga meninggal dunia karena penyakit 'angin duduk'. Beliau pernah dua kali menjadi saksi salah satu partai dakwah pada dua pemilu yang lalu. Dan satu pekan lagi, sebelum kematiaanya, harusnya ia mulai halaqoh pertamanya dengan om saya.
Beberapa tahun yang lalu, kita mengenal Mirza Ghulam Ahmad, orang kurang ajar yang mengaku nabi ini, meninggal dunia di kamar mandi karena menderita suatu penyakit yang aneh.
Beberapa abad yang lalu, kita mengenal sahabat Kanjeng Nabi yang bernama Hanzhalah, yang jasadnya dimandikan malaikat, karena dia tidak sempat mandi junub setelah beribadah dengan istrinya, saat panggilan jihad terdengar di telinganya.
Tak lama setelahnya, kita tahu Umar Ibnul Khattab terbunuh oleh Abu Lu'lu'ah ketika beliau sedang mengimami sholat.
Itulah sebuah karnaval kematian manusia. Mungkin banyak yang belum saya ceritakan. Tapi ada satu keniscayaan, yakni bahwa kita pasti kelak akan menjadi peserta karnaval itu, cepat atau lambat. Pasti. Kita tidak bisa mengelak, memajukan, memundurkan, atau belindung dengan suatu tembok yang kokoh. Itu kata Kitab Suci.
Orang-orang di atas meninggal dunia dengan cara-caranya sendiri. Begitu juga dengan kita. Kita tidak tahu kapan, dimana, dan dalam keadaan apa. Kematian akan selalu menjadi misteri. Dan selalu terus menjadi misteri. Tidak ada satu alasan yang dikemukakan oleh Kitab Suci kenapa kematian harus menjadi misteri. Tapi ada satu hikmah besar: agar kita selalu siap dalam menghadapinya.
Mungkin kematian itu harus direncanakan. Lho kok? Ya , harus direncanakan. Karena hidup ini tidak lain adalah menyesuaikan rencana-rencana kita dengan rencana-rencana ALLAH. Kita punya rencana, ALLAH pun punya rencana. Yang pasti kita oleh ALLAH diberikan waktu dan pilihan agar kita mempersiapkan kematian sebaik-baiknya, agar Dia tersenyum ketika kita bertemu dengan-Nya. Kita diberikan pilihan apakah menuruti hukum-Nya, atau sombong terhadap-Nya.
courtecy Detik Foto
Tapi kita tidak dibiarkan begitu saja. Kita dibekali dengan hati, akal dan perasaaan. Agar kita tahu dan dapat membedakan baik dan buruk. Benar dan salah. Wahyu atau nafsu. Semua orang, siapupun saya dan Anda, pasti memilih kematian yang indah, yakni ketika kita sedang melakukan kebajikan.
Orang yang hobi nonton film porno, maaf, tak ingin dia meninggal dunia saat asyik mengunjungi sitis-situs porno.
Orang yang suka mabuk, minum minuman keras, tidak ingin dijemput malaikat maut saat ia asyik memegang botol minuman keras. dan seterusnya. Semua orang sama.
Kematian adalah hak prerogratif ALLAH. Mutlak. Kita hanya hamba. Ciptaan Allah. Maka tidak sepatutnya kita melawan-Nya. Sudah cukup kurang ajar apabila kita tetap fesbukan apabila kita mendengar adzan, tapi tidak segera berangkat ke masjid. Sudah cukup kita disebut durhaka apabila kita tidak pernah sekalipun membaca surat-surat cinta-Nya berupa Al Quran.
Sudah ingkar apabila kita lebih mudah berbelanja barang-barang mahal tetapi infaq ke masjid masih berat hati.
Saya tidak tahu, kapan, dimana, dalam keadaan apa, saya meninggal dunia. Tapi mumpung ada kesempatan, saya mohon maaf atas kesalahan saya.
Ada beberapa pertanyaan renungan yang saya dapatkan dari ustadz Anis Matta:
1. Kalau diberikan pilihan, pada umur berapa Anda merasa tepat meninggal dunia?
2. Jika sekarang Anda meninggal dunia, apakah Anda merasa sudah siap dan akan cukup tenang menghadapinya?
3. Jika sekarang Anda meninggal dunia, apakah ANda cukup yakin bahwa amal Anda sudah memadai mengantar Anda menuju surga? amalan2 unggulan apakah yang menurut Anda akan mengantarkan Anda ke surga?
Jawaban2 di atas mungkin tidak bisa dijawab beberapa saat setelah Anda baca tulisan ini, tapi butuh perenungan yang panjang dan mendalam. Semoga bisa direnungkan
Mari kita planning kematian kita, dengan selalu berusaha memproduksi kebajikan-kebajikan, mendistribusikannya secara benar kepada masyarakat, sehingga kelak ALLAH memilihkan untuk kita akhir hidup yang indah, husnul khotimah. Amin.
Lokasi pilihan para teroris
Label: Dunia, Dunia Islam | author: Yazid Amirul FahmiJika ditelusuri dari rangkaian peristiwa serangan Bom di Indonesia maupun di negara-negara lainnnya sejak September 2001 hingga Juli 2009 ini, tak sulit bagi diri kita pribadi masing-masing untuk akan dapat memperkirakan mana saja lokasi (tempat) yang rawan terhadap serangan Bom teror itu.
Saat sekarang, teristimewa di Indonesia, kecuali di daerah-daerah yang terjadi konflik (misalnya, seperti Ambon dan Poso di waktu-waktu yang lalu) serangan Bom teror tak lagi menyasar tempat-tempat keramaian dimana terjadi kerumunan massa yang banyak.
Saat ini, teroris sudah mengubah strateginya, spesifik ke tempat di mana simbol-simbol negara yang mensimbolkan atau mewakili kepentingannya Amerika Serikat dan sekutu terdekatnya.Tempat itu jugakerap dikunjungi warga asing, terutama yang mencirikan Amerika Serikat.
Pada Bom Bali 2002, sebenarnya juga mencerminkan pemilihan target lokasi yang seperti itu. Namun ditambah dengan dipersepsikan di benak terorisnya bahwa tempat itu adalah tempat berbuat maksiat..
Di peristiwa terkini, Bom Marriot Carlton ini hal itu semakin kentara cirinya. Kedua hotel itu direpresentasikan sebagai Simbol hegemoninya Amerika Serikat.
Mungkin ada yang tidak menyetujui bahwa JW Marriot dan Ritz Carlton itu sarat dengan representasi simbolnya Amerika Serikat. Namun ada pula yang menyetujui, alasannya perusahaan itu memang perusahaan Amerika Serikat, dan petinggi dimanajemen kedua hotel itu juga kebanyakan kerkewarganegaraan asing.
Terserah apa pendapat anda, anda setuju atau tidak setuju, namun sepertinya para terorisnya itu berpendapat bahwa JW marriot dan Ritz Carlton itu mereka simbolkan sebagai simbol Amerika Serikat. Ini dapat anda lihat dari sasaran serangan terhadap hotel di seluruh dunia sejak September 2001 hingga hari ini.
Hal lain, juga terlihat dari ledakannya itu sengaja diledakkan di Lounge hotel, bukan Restoran, padahal di restoran itu lebih banyak orangnya. Kebetulan atau tidak kebetulan, di Lounge itu juga lagi ada pertemuan yang dihadiri oleh para petinggi perusahaan Asing di bidang Migas dan Pertambangan.
Para petinggi perusahaan Asing di bidang Migas dan Pertambangan itu para petinggi perusahaan Asing di bidang Migas dan Pertambangan itu menjadi Korbannya, juga Atase Perdagangan Kedubes Australia. Untuk analisa yang lebih jelasnya lagi silahkan anda klik disini dan disini serta disini .
Ini menunjukkan bahwa tak hanya tempatnya, bahkan target korban tujuannya teroris itu lebih spesifik lagi, Amerika Serikat beserta sekutu-sekutunya. Percaya atau tidak percaya, terserah kepada masing-masing pribadi. Namun tak ada salahnya anda menyempatkan sedikit waktu untuk menyimak daftar tempat serangan bom dibawah ini, renungkan, dan buatlah keputusan terbaik untuk keselamatan anda beserta keluarga anda.
Saya tak hendak berdebat, apalagi berdebat soal mau pro Amerika atau tidak pro Amerika, itu urusan anda, semua terserah masing-masing pribadi. Juga tak hendak membela terorisnya.
Namun saya Cuma coba berbagi, demi keselamatan kita bersama tak ada salahnya jika kita saling bersama berbagi informasi untuk saling mencoba menjaga keselamatan kita bersama dan keluarga kita.
Sebenarnya, postingan ini terinspirasi oleh postingan serupa yang secara tersirat bermaksud baik, mencoba mengajak merenungkan lokasi-lokasi yang rawan serangan bom teror. Coba anda klik disini dan disini .
Berikut ini adalah daftar lokasi penyerang bom teror di Indonesia dan negara lainnya.
Daftar Serangan Bom teror terhadap Hotel-Hotel di Dunia sejak
September 2001 hingga Juli 2009 :
The New York Marriott World Trade Center Hotel dan Marriott Financial
Center runtuh bersama WTC : 11 September 2001 .
Ledakan bus di luar Sheraton Hotel di Karachi : 8 May 2002.
Marriott Hotelin Karachi menderita kerusakan ringan akibat ledakan bom mobil, berdekatan dengan Konsulat Amerika : 14 June2002.
Paradise Hotel in Mombasa diserang bom mobil : 28 November 2002.
Marriott Hotel Jakartadiguncang bom mobil : 5 Agustus 2003.
Marriott Hotel Islamabadmenderita kerusakan parah ketika bom meledak di lobby hotel : 28 Oktober 2004.
Serangan bom beruntun terhadap tiga hotel : Grand Hyatt, Radisson, Days
Inndi Amman, Jordania : 9 November 2005 .
Serangan bunuh diri di lapangan parkir Marriott Hotel Islamabad : 26 Januari 2007 .
Marriott Hotel Islamabaddiserang bom mobil : 20 September 2008.
Taj Mahal Hoteland the Oberoi Hotel of Mumbai diserang dan diduduki teroris : 26 dan 29 November 2008.
Sebuah bom mobil meluluhlantakkan hotel mewah Pearl Continental Hotel Peshawar : 9 Juni 2009 .
Marriott Jakartaand Ritz-Carlton Jakarta dikejutkan oleh serangan bom di lobby hotel : 17 Juli 2009 .
Daftar Serangan Bom Teror di Indonesia sejak Agustus 2000 s/d Juli 2009 :
Kedubes Filipina– Jakarta : 1 Agustus 2000
Kedubes Malaysia– Jakarta: 27
Agustus 2000
Gedung Bursa Efek – Jakarta : 13 September 2000
Malam Natal 2000- kota-kota Indonesia : 24 Desember 2000
Plaza Atrium Senen – Jakarta:,23 Sepetember 2001
Restoran KFC – Makassar : 12 Oktober 2001
Sekolah Australia – Jakarta : 06 Nopember 2001
Malam Tahun Baru – Jakarta dan Palu : 01 Januari 2002
Cafe – Bali dan Manado : 12 Oktober 2002
Restoran Mc Donald – Makassar : 05 Desember 2002
Mabes POLRI – Jakarta : 03 Februari 2003
Bandara Cengkareng– Banten : 27 April 2003 Hotel
JW Marriott– Jakarta : 05 Agustus 2003
Cafe – Palopo :10 Januari 2004
Kedubes Australia – Jakarta : 09
September 2004 Gereja Immanuel– Palu : 12 Desember 2004
Ambon :21 Maret 2005
Pamulang Tanggerang : 08 Juni 2005
Cafe – Bali :01 Oktober 2005
Palu :31 Desember 2005 Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton – Jakarta : 17 Juli 2009
Shalat Time
